Taput, MWT — Pagu anggaran proyek rehabilitasi dan renovasi di Yayasan MIS Al Falah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, menuai sorotan. Di papan proyek tercantum nilai fantastis Rp24.644.421.190 untuk enam item lokasi pembangunan gedung dan rehab. Namun angka itu justru tidak diketahui oleh Ketua Yayasan, Syarhan Panggabean.
Kepada media melalui sambungan telepon 0812-xxxx-xx06, Senin (02/03/2026), Syarhan mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan maupun pengawasan, meski namanya dibebankan sebagai penanggung jawab yayasan. “Saya heran dan merasa keberatan. Tidak pernah dilibatkan dari segi apa pun, baik pengawasan maupun pembahasan anggaran,” ujarnya.
Menurutnya, dua pekan lalu ia telah mempertanyakan langsung ke Dinas PU Provinsi Sumatera Utara dan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama terkait tugas dan fungsinya dalam proyek revitalisasi tersebut, termasuk besaran pagu anggaran yang dialokasikan. Namun hingga kini, ia belum memperoleh kejelasan.
Ironisnya, ketika ditanya soal tenaga kerja di lokasi proyek, Syarhan mengaku tidak mengetahui asal-usul para pekerja yang diduga bukan berasal dari Tapanuli Utara. “Hal itu juga jujur saya katakan tidak mengetahui sama sekali,” katanya.
Untuk memperoleh keterangan lebih rinci, Syarhan mempersilakan media mengonfirmasi pihak kontraktor atau pelaksana yang ditunjuk oleh PT Lestari Asi Sejahtera. Ia memberikan nomor kontak 0813XXXX-XX95 atas nama Aman Sitompul.
Namun hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, Aman Sitompul yang disebut sebagai pelaksana pekerjaan di lokasi Yayasan MIS Al Falah Tarutung belum dapat dihubungi. Upaya konfirmasi melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp belum mendapat respons.
Sorotan terhadap proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini menguat seiring minimnya transparansi kepada pengurus yayasan sebagai pihak yang secara struktural bertanggung jawab atas lembaga pendidikan tersebut. Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari instansi terkait dan pihak pelaksana proyek. (TU1)
