Langkat, MWT – Satgas gabungan turun ke Pasar Baru Stabat, Kabupaten Langkat, untuk memastikan harga dan stok bahan pokok tetap stabil menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026. Kegiatan berlangsung di Jalan Perniagaan, Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kamis (12/2/2026).
Pemantauan ini merupakan bagian dari pengawasan Satgas Saber Pelanggaran Harga dan Keamanan Mutu Pangan Tahun 2026 di wilayah hukum Polres Langkat. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting).
Kegiatan dipimpin unsur Satreskrim Polres Langkat dan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Langkat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ketua Tim Pokja Direktorat Ketersediaan Pangan Bapanas, perwakilan Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian, staf Perekonomian Kabupaten Langkat, Kepala Gudang Bulog Langkat, Kepala Pasar Baru Stabat, serta Tim Unit Ekonomi Satreskrim Polres Langkat.
Tim mengecek langsung sejumlah komoditas strategis, antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Selain memantau harga di tingkat pedagang, petugas juga memastikan distribusi berjalan lancar serta tidak ditemukan praktik penimbunan maupun pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hasil pengecekan menunjukkan stok bahan pokok di Pasar Baru Stabat dalam kondisi mencukupi. Harga relatif stabil dan seluruh komoditas dijual sesuai ketentuan HET. Aktivitas jual beli di pasar juga terpantau normal dan kondusif.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan komitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
“Menjelang HBKN, dinamika pasar biasanya meningkat. Kami hadir bersama stakeholder untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan, spekulasi harga, maupun distribusi yang terhambat. Stabilitas pangan adalah bagian dari stabilitas kamtibmas,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan bersifat preventif dan kolaboratif melalui sinergi aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait. Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan pangan berdampak langsung pada ketenangan sosial masyarakat.
Polres Langkat memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala hingga puncak Idul Fitri 2026. Masyarakat juga diimbau melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran harga atau distribusi yang merugikan.
Dengan pengawasan terintegrasi, Kabupaten Langkat diharapkan tetap dalam kondisi aman, stok terjaga, harga stabil, serta suasana Ramadhan dan Idul Fitri berlangsung tertib dan kondusif. (Mariani)
