Langkat, MWT – Polres Langkat memperkuat pelayanan SIM dan Samsat Stabat melalui pendekatan humanis Polantas Menyapa. Program ini menekankan profesionalisme, transparansi, dan edukasi hukum. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Pelayanan SIM dan administrasi kendaraan bermotor dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan berlalu lintas. Oleh sebab itu, pembenahan sistem dilakukan secara berkelanjutan. Fokusnya pada kemudahan, kepastian hukum, dan integritas layanan.
Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menegaskan pelayanan publik mencerminkan kehadiran Polri di masyarakat. Menurutnya, kualitas layanan menjadi tolok ukur kepercayaan publik. Karena itu, pelayanan harus profesional dan akuntabel.
Ia menambahkan Polantas Menyapa membuka ruang komunikasi dua arah. Melalui interaksi langsung, masyarakat mendapat pemahaman yang benar. Dengan demikian, kesadaran hukum dapat tumbuh secara alami.
Evaluasi Sistem SIM dan Edukasi Lalu Lintas
Kasat Lantas Polres Langkat AKP MHD. Tommy Franata menjelaskan evaluasi sistem layanan terus dilakukan. Mulai dari antrean, ujian teori berbasis komputer, hingga praktik sesuai prosedur. Semua pemohon diperlakukan sama tanpa pengecualian.
Selain itu, personel aktif memberi edukasi tertib berlalu lintas. Program Polantas Menyapa dimanfaatkan untuk mendengar aspirasi warga. Tujuannya membangun kedekatan dan tanggung jawab bersama.
Optimalisasi Samsat Stabat
Pelayanan Samsat Stabat juga dioptimalkan melalui sinergi Polri, pemerintah daerah, dan Jasa Raharja. Layanan difokuskan pada kemudahan pajak kendaraan dan administrasi. Proses dilakukan cepat dan tertib.
Polres Langkat mengimbau masyarakat menggunakan layanan resmi. Warga diminta menghindari jasa perantara tidak prosedural. Keluhan dapat disampaikan melalui kanal pengaduan resmi. (Mariani)
