Ngargoyoso, MWT – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Ngargoyoso yang berada di wilayah lereng pegunungan dengan kondisi geografis berbukit-bukit. Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat sebagai bagian dari komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Wilayah kerja Puskesmas Ngargoyoso meliputi 9 desa dengan jumlah penduduk sekitar 38.330 jiwa yang tersebar di 50 dusun, 269 RT, dan 104 RW.
Terdapat 67 Posyandu tersebar di seluruh desa melaksanakan kegiatan terintegrasi dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Salah satunya SPM bidang kesehatan melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis siklus hidup, sehingga pelayanan dapat dirasakan sejak usia dini hingga lanjut usia.
Inovasi
Kepala UPT Puskesmas Ngargoyoso, Sri Wahyuningsih, SKM, M.Gizi, menjelaskan bahwa kondisi wilayah yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya mengembangkan berbagai strategi agar masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan akses layanan kesehatan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga derajat kesehatan masyarakat meningkat dan kesejahteraan warga dapat terjaga.
Salah satu inovasi unggulan adalah program “Gerak Si Manis”, yaitu pelayanan IVA Test dan SADANIS untuk deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara menggunakan mobil pelayanan portable. Layanan ini memungkinkan pemeriksaan dilakukan langsung di dalam mobil dan dapat menjangkau wilayah pelosok yang sulit diakses kendaraan besar.
“Dengan kondisi wilayah yang berbukit dan berada di lereng gunung, mobil pelayanan ini sangat membantu petugas menjangkau masyarakat secara langsung tanpa harus menunggu warga datang ke puskesmas, sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih merata dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Sri Wahyuningsih.
Cek Kesehatan
Puskesmas Ngargoyoso juga aktif melaksanakan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga tahun 2025, capaian program ini telah mencapai target 36 persen. Pelayanan CKG dilakukan secara rutin di berbagai lokasi seperti posyandu, posbindu, kelurahan, pasar, sekolah, perkantoran, hingga pabrik, menyesuaikan waktu istirahat kerja atau hari khusus pemeriksaan.
Promosi kegiatan CKG juga dilakukan melalui media sosial agar informasi jadwal dan lokasi pemeriksaan dapat diterima masyarakat dengan cepat. Di dalam gedung puskesmas, layanan CKG diberikan kepada seluruh pasien, keluarga pasien, serta pengunjung yang datang, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh deteksi dini penyakit dan dapat menjaga kondisi kesehatannya sejak awal.
Untuk mendukung pelaksanaan program, dibentuk tim inti CKG yang bersifat keliling dan bertugas mengatur jadwal serta pengisian data melalui platform web. Namun demikian, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya partisipasi masyarakat usia produktif karena bekerja, keterbatasan jaringan internet di wilayah tertentu, serta sebagian masyarakat yang sudah lebih dahulu melakukan pemeriksaan.
Sebagai upaya percepatan capaian, Puskesmas Ngargoyoso merencanakan penyusunan jadwal CKG keliling yang lebih terstruktur, kolaborasi dengan kelurahan dan kader kesehatan, promosi terjadwal melalui media sosial dan grup warga, serta integrasi kegiatan CKG dengan acara masyarakat seperti posyandu, PKK, dan kegiatan lokal lainnya, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas dan merata.
PONED
Tidak hanya itu, dalam pelayanan persalinan melalui fasilitas PONED, Puskesmas Ngargoyoso juga memberikan layanan foto bayi gratis kepada seluruh ibu melahirkan, baik peserta BPJS maupun non-BPJS. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah sekaligus memberikan pengalaman positif bagi keluarga, sebagai bagian dari upaya membangun pelayanan yang humanis dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala UPT Puskesmas Ngargoyoso Sri Wahyuningsih didampingi oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Ngargoyoso Martini, Amd.Keb, serta Salsabila Banina Rahmatika, A.Md.Gizi, selaku pengelola program gizi.
Melalui berbagai inovasi dan strategi tersebut, UPT Puskesmas Ngargoyoso berharap dapat terus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, menurunkan angka kesakitan, serta turut berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat Ngargoyoso yang sehat, mandiri, dan sejahtera, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. (Wardi)
