Tarutung, MWT — Masyarakat Desa Hutabulu, Kecamatan Siborong-borong, dibuat heran dengan anggaran revitalisasi yang diterima SD Negeri 173287 Hutabulu. Pasalnya, Kementerian Pendidikan hanya mengucurkan dana sebesar Rp58.959.224 untuk merehabilitasi satu ruangan sekolah, padahal terdapat tiga ruangan lain yang sudah sangat memprihatinkan dan belum pernah direhab sejak tahun 1979.
Saat tim media mengunjungi lokasi sekolah pada Sabtu (9/11/2025), kepala sekolah Sumanggam Pasaribu selaku penanggung jawab proyek tidak berada di tempat. Seorang guru menyebutkan bahwa kepala sekolah sedang ke pasar untuk membeli kebutuhan para pekerja. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga tidak mendapat tanggapan.
Kepala Desa Hutabulu, Martua Simanjuntak, mengaku terkejut mengetahui nominal anggaran tersebut. “ Tidak mungkinlah kementerian hanya memberi anggaran sekecil itu untuk rehabilitasi. Di sekolah lain, ada yang menerima antara Rp400 juta hingga Rp1 miliar,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ruang kelas di SD Negeri Hutabulu sudah tidak layak dan seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Jefri Lubis, menyatakan bahwa besaran dana revitalisasi ditentukan berdasarkan proposal yang diajukan langsung oleh pihak sekolah ke Kementerian Pendidikan saat rapat dan sosialisasi di Jakarta.
“Silakan konfirmasi langsung ke pihak sekolah. Proposal mereka sendiri yang menentukan kebutuhan dan jumlah anggaran yang diajukan,” kata Jefri.
Masyarakat berharap agar ada evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap proses pengajuan dan penyaluran dana revitalisasi pendidikan, agar tidak terjadi ketimpangan antara sekolah satu dengan lainnya. (TU1)
