Berita  

Dinas SDABMBK UPT Wilayah Satu Deli Serdang Pangkas Pohon Rimbun 

Sunggal, MWT – Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) UPT Wilayah 1 Kabupaten Deli Serdang Serdang melakukan pemangkasan pohon daun batang ranting rimbun dan yang sudah lapuk di beberapa ruas jalan besar dan perkotaan

Langkah ini diambil agar memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan mengoptimalkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan serta menjaga ke indahan agar ada seni indah pepohonan taman kota. Proses pemangkasan dilakukan secara massif sebagai bagian dari upaya pemeliharaan lingkungan di wilayah perkotaan, desa dan kecamatan.

Selain itu, pemangkasan pohon yang rimbun itu untuk mengantisipasi adanya kasus pohon tumbang akibat angin kencang dan bisa saja mengenai orang yang sedang melintas.

Kepala UPT Wilayah Satu Pemkab Deli Serdang Jainuddin Ginting mengatakan, pemangkasan pohon dilakukan dengan ekstra hati – hati karena memakai mobil keren / LPJU Dinas Pekerjaan Umum Deli Serdang dan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan.

Tujuan utamanya kita adalah untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan akibat jatuhnya ranting atau batang pohon yang tidak terawat.

Selain itu, pemangkasan juga bertujuan untuk memperbaiki tata ruang kota dan memastikan akses jalan yang lancar bagi kendaraan dan pejalan kaki.

“Jadi pengendara yang akan melintas kita berhentikan dulu. Setelah ranting pohon jatuh ke aspal, baru petugas kita mempersilahkan untuk melanjutkan perjalanan,” imbuhnya, Selasa (2/11/2024).

Jainuddin menyebut, pemangkasan pohon di pinggir jalan untuk mengantisipasi angin kencang yang berpotensi merobohkan pohon. Terlebih, pohon yang roboh di tepi jalan berpotensi mengganggu aktivitas warga yang sedang melintas.

Pada awal tahun ini, beberapa kasus pohon tumbang yang sering terjadi disaat musim penghujan. Beberapa di antaranya menutup akses jalan hingga beberapa jam.

Untuk saat ini, wilayah Sunggal Deli Serdang mulai memasuki masa peralihan dari musim penghujan ke kemarau. Meski demikian, angin kencang masih berpotensi bisa saja terjadi.

“Cukup sulit diprediksi. Sekarang pada September, angin kencang bisa tiba-tiba datang. Makanya kami antisipasi dengan memotong ranting cabang pohon-pohon,” kata Jainuddin. ( MP Simanjuntak)